Pages

Showing posts with label friends. Show all posts
Showing posts with label friends. Show all posts

Monday, September 5, 2011

What is Your Quote?


Saya suka nyari kutipan perkataan orang dari google. Kutipan yang lucu, menginspirasi, menghibur, mellow, membangkitkan semangat. Apapun, sesuai suasana hati. Bukan cuma perkataan orang saja. Saya juga suka mengutip lirik lagu atau potongan dialog film.

Nah, di bawah ini adalah kutipan dari teman-teman saya. Bukan bermaksud apa-apa sih. Hanya hiburan saja. Suatu saat mereka semua bakal growing older and wiser, tentunya perkataannya akan lebih keren untuk dikutip. Ini hanya mengingatkan pada mereka, bahwa sebelum masa-masa bijak itu nantinya, mereka pernah menghasilkan kutipan yang sesuatu banget seperti ini :D

"Jangan sok suci deh!" (Chocky, 26, Bos Sarkem)

"Bukannya nasinya itu pisang?" (Eriek, 26, TKI)

"Harga kejablayan itu tak terbeli" (Fitri, 26, Juragan Minyak)

"Hiunya berbentuk hiu" (Elly, 26, Kuncen Laut Selatan)

"Kelinci itu beranak apa bertelor?" (Ester, 25, Putri Solo yang Tertukar)

"Akhirnya, berat badanku lebih besar daripada ukuran sepatuku" (Dina, 26, Calo Tiket)

"Kok bibir darius sih, kurang kenyal" (Lulu, 27, Tukang Cendol)

Sebenernya masih banyak lainnya. Silakan kalau ada yang berkenan menambahkan sesuatu yang quotable :D


P.S: gambarnya mengingatkan momen ngetrip ke UG, hwaaaa....kangeeeennn T_T
tambahan quote dari sodari Lulu :D

Monday, May 30, 2011

Nongkrong Cantik di Hari Minggu

Rijika, hari Minggu melakukan apa? *

Hari Minggu kemarin, saya bangun pagi #penting #biasanyabangunsiang. Saya sudah niat mau ke Jakarta, ngajar di Taman Ilmu Setiabudi. Setelah beberapa minggu absen karena kesini kesitu, begini dan begitu, akhirnya kemarin kesampaian juga ketemu lagi sama anak-anak kecil lucu dan bandel-bandel itu... :D

Sebelumnya saya janjian dulu sama teman saya si bulet ini, ceritanya saya mau lihat kosan dia yang baru di daerah Karbela. Awalnya saya mau naik Transjakarta koridor 6 (sekalian nyoba, mumpung belum pernah) transit dan lanjut ke koridor yang lewat daerah Kuningan itu. Harusnya saya turun di Komdak atas, eh tapi kok ketiduran. Dan baru siuman dari tidur setelah Komdak lewat begitu saja. Akhirnya turunlah saya di Polda.

Ya sudah, saya naik P66 akhirnya, dan turun di Setiabudi One. Setelah telpon dan dijemput si bulet, kita beli sarapan ketupat sayur dulu sebelum ngajar. Sambil sarapan, saya ikut mendengarkan obrolan mas-mas yang sarapan di sebelah saya (catet, mendengarkan bukan menguping). Dia cerita ke temannya, kemarin malamnya habis futsal di Kuningan. Dan menurut dia, bayarnya cukup mahal karena sejamnya 400 ribu rupiah dan yang datang futsal cuma sedikit. Jadi lumayan besar patungannya.

Selesai sarapan, saya jadi ngobrol sama mpit. "Nanti kita bisnis lapangan futsal aja. Sekalian kosan cowok". Dan mpit juga setuju. Err...berasa man hunter sekali kita. Ya maklumlah, jiwa-jiwa muda, single dan menggelora *kok saya jijik sendiri sama bahasa di postingan kali ini ya*.

Setelah ngajar kelar, kita meluncur ke Senayan City. Belanja sekalian makan di Spageddies Italian Kitchen. Tempatnya cukup enak, bernuansa Itali dengan ornamen dedaunan plastik yang menjalar di tembok. Dan banyak pigura berisi testimoni dan tandatangan artis yang makan disitu (kok nama saya gak ada, saya kan artis!!! #diceburinkekawah).


Saya pesan Soup of the Day, yang ternyata hari itu adalah Mushroom Cream Soup. Rasanya creamy sekali dengan sedikit tendangan rasa jamur #halahbanget. Agak aneh di lidah saya sih, berasa makan bubur jamur. Selain itu saya pesan Chicken Spaghetti Primavera. Waktu makanan datang, lumayan juga porsi dan penampilannya. Seperti spageti ala oglio yang dimasak ditambahi dengan potongan ayam, sayuran dan taburan cabe kering. Dan bagaimana dengan rasanya? Enaaaakkk...yang jelas saya sih suka. Kalau mpit sih pesan cannelloni-sesuatu-saya-lupa-namanya. Rasanya enak juga, cheesy dan creamy, tapi saya sih lebih suka pilihan menu saya :))

Dan untuk minumnya, ada beberapa pilihan minuman beralkohol #iyasayatau #bukanuntukkonsumsisaya, soda dan jus. Pilihan kami berdua jatuh pada jus jeruk, yang ternyata setelah diminum saya nyeletuk, "ini kok kayak pulpy orange". Errr....

Harga makanan disini cukup variatif, mulai dari 10k untuk sup yang saya beli, 40-100k untuk menu pasta. Ada juga menu steak dengan harga variatif juga, di bawah 100k sampai diatas 100k. Dan bagi yang tidak mengonsumsi alkohol, wine untuk saus steak bisa diganti dengan saus jamur.

Sorenya kita ke Setiabudi One, nyoba nongkrong di Anomali Coffee yang pernah kita baca reviewnya di Tumblr *lupa lagi linknya, dooh*. Walaupun saya bukan pecinta kopi, tapi menurut saya kopinya lumayan. Suasana kafenya cozy dan ada free wi-fi. Asik buat nongkrong sendirian nyari inspirasi atau rame-rame sama teman ngobrolin urusan negara :)


Menikmati kopi sambil lihat kendaraan lalu lalang di Rasuna Said sudah, kita beranjak cari makan. Ada beberapa pilihan PKL, tapi saya sedang malas makan berat. Akhirnya kita malah ngglinding ke Kuningan Village. Oke, saya jalan dan mpit ngglinding #ditabokmpit :D

Kita berdua dengan sotoynya naik ke lantai 2. Dan di ujung tangga ke atas itu ada 2 orang mas-mas yang lihat kita dengan pandangan aneh. Eh, ternyata lantai 2 itu lokasinya The 3 House bistro and bar. Pantas aja tampak janggal. Masa iya 2 orang cewek berjilbab mau ngebir di bar -__-"

Akhirnya kita turun ke bawah, nah disitulah foodcourtnya berada. Tempat makannya bisa milih di teras luar atau taman, atau di dalam. Kita sih milih di dalam, ada AC jadinya lebih adem. Di tempat ini juga free wi-fi *yaaayy \(^_^)/*. Dan setelah tidak kenyang makan dimsum enak seharga 15 ribuan isi 3 potong, saya pun pulang :D




* biasanya tiap meeting Senin pagi si menejer suka nanya ke anak buahnya hari Sabtu-Minggu kemana. Jarang sih saya ditanya-tanya, tapi sekalinya nanya dia pasti kesusahan menyebut nama saya dengan benar. Eh, tapi pagi ini dia gak nanya ke anak-anak buahnya tuh

Saturday, May 14, 2011

Balada Nomaden

Sudah 3 kali ini saya pindah kosan selama tinggal di Cikarang Baru. Kosan pertama saya, rumah 1 lantai dengan 4 kamar, 1 kamar mandi, 1 ruang tengah dan 1 dapur mungil. Kosan ini cukup nyaman, karena berasa seperti rumah, bukan seperti kos-kosan. Bisa makan, nonton TV sambil curcol di ruang tengah sekalian setrika.

Lagipula tidak ada ibu kos yang menjaga disini. Tapi kondisi cukup aman dan nyaman. Tidak enaknya adalah letaknya dekat dengan sungai, jadi sewaktu Cikarang Baru kebanjiran, kosan inipun kena. Sudah 2 kali kosan ini kebanjiran, dan yang terakhir airnya sampai masuk ke kamar saya, kira-kira 10 cm tingginya. Barang-barang dan buku yang ada di atas lantai terendam air T_T

Salah satu korbannya adalah kamera pocket saya dan adaptor laptop, karena waktu itu saya letakkan di atas buku yang bergeletakan di atas lantai. Keduanya mati total, jadi saya harus beli baru T_T

Beberapa bulan kemudian saya pindah ke kosan kedua. Letaknya masih di gang yang sama dengan kosan lama, tapi lebih menjauhi sungai. Saya, Elly dan Ester menjadi penghuni pertama di kosan ini. Kami mulai mengetag sejak dari kosan ini masih dibangun dan belum jadi. Dikarenakan sudah ada hawa-hawa pengusiran dari kosan pertama :D

Ceritanya kosan lama itu dijual murah oleh ibu kosnya kepada temannya, karena si ibu kos butuh uang. Ibu kos yang baru ini mungkin setengah hati mengelola kos, dan memilih untuk menjual rumah ini yang sampe sekarang masih belum laku. Jadinya kita harus mencari kosan baru.

Kosan kedua adalah sebuah rumah 2 lantai, 15 kamar tidur dan 5 kamar mandi. Tidak ada dapur atau ruang tengah untuk sekedar nongkrong-nongkrong cantik sambil ngerumpi ria disini. Ada sih tempat nongkrong, di balkon lantai 2. Tapi untuk ke balkon kita harus loncat jendela dulu, dan akhirnya jendela inipun oleh bapak kos dipasangi teralis :(

Kata anak-anak sih kosan ini sedikit mistis. Ada cerita tentang bercak darah yang tiba-tiba muncul di kamar. Atau suara orang asma di sebelah kamar, padahal sebelah kamarnya adalah jemuran. Ada juga anak kos yang ditiup-tiup kepalanya waktu tidur. Dan alhamdulilah dari semua cerita itu, bukan saya yang mengalami. Amit-amit jabang baby jangan sampai deh :D

Selain beberapa hal mistis ini, ada satu hal lagi yang bikin gak kerasan di kosan ini. Bapak kosnya. Lha kenapa bapak kos? Dulu awal-awal kosan ini ditempati, si bapak berjanji kalau kosan sudah penuh akan dibuat dapur, jemuran juga akan diperluas. Tapi sampai sekarang belum direalisasikan. Selain itu si bapak juga agak bawel dengan bayaran kosan. Dia salah satu korbannya :D

Dan minggu kemarin, saya, Elly dan Ester resmi pindah ke kosan baru. Kosan 2 lantai dengan 17 kamar. Dari awal lihat langsung suka karena ada balkon dan dapur disini. Minimal bisa masak mi instan lah :D

view genteng kosan baru

sunset view dari atas genteng kosan baru

Untungnya waktu pindahan dibantu oleh 2 ekor jinnya Elly Agung dan Wawan. Lumayan terbantu untuk angkat-angkat barang yang cukup besar seperti rak buku. Tapi tetep dong, saya angkat sendiri buku dan majalah yang berat-berat itu. Dan hasilnya adalah bisep kram sampai seminggu :D

masih berantakan

lumayan rapi ^^

Pindahan itu capek, jendral!!

Thursday, April 28, 2011

Ala Nguping Jakarta

Terinspirasi dari blog yang menghibur ini saya jadi kepikiran mau membagi beberapa cerita/ dialog absurd yang pernah saya alami.
Tentu saja nama pelaku dirahasiakan :D


Gak usah pake binatang sekalian gimana?

X: "Pak, kebabnya satu. Gak usah pake taneman."

Didengar oleh teman yang prihatin si X selama ini bukan makan sayuran tapi tanaman.


Kalau gitu renangnya zig-zag saja.

Teman: "Eh,kita nanti gak dapet sepatu katak semua bwt snorkeling, ntar kalo diseruduk babi laut gimana?"

Didengar seorang teman yang pengen dorong orang itu ke laut.


Sekalian buka fitness center deh.

Sedang membahas pedometer (alat penghitung langkah)
Mahasiswi frustasi: "Harusnya orang yang bikin alat kayak gitu mikir biar alatnya bisa digunakan semua kalangan. Kalau pocong sama suster ngesot kan gak bisa pake. Hantu kan juga butuh sehat..."

Didengar oleh temannya yang pingin masang alat penggetok kepala otomatis diatas kepala si mahasiswi ini.

Monday, March 14, 2011

Fighting The Cancer

*sambungan dari cerita sebelumnya*

2 minggu pasca operasi

Saya balik ke rumah sakit untuk mengangkat jahitan. Sebenarnya yang dilakukan dokter hanya memotong ujung-ujungnya, karena benangnya diserap oleh tubuh. Hasil jahitannya? Cukup panjang dan melintang. Beberapa cm diatas puser trus belok kiri disebelah puser dan berhenti beberapa cm di bawah puser. Sempat saya kepikiran bikin tatto tanaman, dimana bekas luka adalah batang pohonnya dan nanti minta digambarin daun dan bunga di ujungnya :D

Setelah itu dokter juga memberi tahu hasil lab saya. Dan ternyata...*drum roll* tumor saya sudah bermetastasis. Diputuskan bahwa saya menderita kanker ovarium stadium 1C. Jadi tumor yang sudah diangkat itu di ovarium sebelah kiri, tapi masih ada kanker ovarium di sebelah kanan.

Ada 2 prosedur medis yang paling umum selain operasi untuk mengobati kanker. Yaitu kemoterapi dan radiasi. Kemoterapi adalah prosedur untuk memasukkan obat-obatan ke tubuh pasien dengan tujuan membunuh sel-sel kanker, tapi seringnya sel-sel sehat lainnya ikut dibunuh obat ini. Sementara radiasi adalah penyinaran untuk menghancurkan jaringan-jaringan yang terkena kanker.

Yang umum dilakukan adalah kombinasi antara operasi, kemoterapi dan radiasi. Dan, pengobatan yang akan saya lakukan adalah kemoterapi. Sudah terbayang gimana gak enaknya proses itu. Banyak efek sampingnya, mual muntah, diare, rambut rontok, anemia, tidak nafsu makan dll.

Dokter bilang, yang terpenting adalah dukungan keluarga, dan pasien sendiri harus kuat, fisik maupun mental untuk meminimalisir efek samping kemoterapi ini. Menurut plan dokter, kemoterapi saya itu akan dilakukan 4 kali, masing-masing berjarak 3 minggu. Tiap kali sesudah kemo akan dites darah lagi untuk melihat kondisi saya. Dan juga perkembangan kankernya.

Nah, bagaimana bisa ketahuan kabarnya kanker yang ada di dalam badan saya? Kan gak kelihatan. Untuk itu kadar "sesuatu" dalam darah saya akan dites. Istilahnya tumor marker. Jadi dari situ akan ketahuan, apakah masih ada substansi asing penyebab tumor/kanker itu dalam darah saya.

Sebelum awal operasi sih, tumor marker yang dites pada saya adalah CA125,AFP dan Beta-HCG. Dari hasil pemeriksaan lab, sebelum dan setelah operasi, kadar CA125 dan Beta-HCG masih normal. Tapi kadar AFP yang cukup tinggi. Jadi untuk selanjutnya yang jadi parameter kesuksesan kemoterapi adalah seberapa turun AFP saya.
Cukup sebegitu saja tesnya? Tentu tidak :)

Tiap kali mau di kemo, saya juga masih harus tes darah, apakah jumlah sel darah merah, sel darah putih, Hb dan kawan-kawannya sudah memenuhi syarat *tadi sudah saya jelaskan kalau salah satu efek kemo bisa menyebabkan anemia kan?*.

Dan memang, Hb saya sempat turun setelah operasi. Sampai-sampai saya harus menghabiskan 7 kantung darah pasca operasi. Untunglah darah-darah itu mengalir lewat infus, bisa stres saya kalau harus menaikkan Hb dengan cara minum 7 kantung darah itu. *ini cuma imajinasi sesat saya*

Setelahnya pun saya dicekoki jus jambu merah, obat-obatan herbal (kunyit putih lah, teh mahkota dewa lah, minyak buah merah lah), dan beberapa makanan lainnya yang mengandung antioksidan tinggi.

Ibarat perang, sel-sel kanker adalah musuh jahat yang harus diperangi. Kemoterapi adalah senjata berat yang digunakan untuk menumpas musuh. Mulai dari rudal, senapan antitank, meriam, shotgun, bazooka, granat, ranjau, dll. Sedangkan antioksidan dan obat herbal yang dikonsumsi adalah latihan militer dan nutrisi tingkat tinggi bagi para pasukan untuk persiapan melawan musuh. Biar menang perang harus siap pasukan terlatih dan senjata yang hebat kan? ;)

Dan gak ketinggalan, seorang jendral yang kuat, gagah berani dan cerdas untuk memimpin perang *mulai meracau*. Walaupun nanti banyak pasukan yang terluka, mati atau cacat, tapi dengan determinasi tinggi, seorang jendral perang yang keren akan selalu bisa membawa pasukannya memenangkan pertempuran kan? :D

Beruntunglah, jendral perang keren itu mendapat dukungan dari banyak pihak. Keluarga, sahabat, teman, tetangga, dokter, perawat, sesama pasien, bahkan orang yang baru dikenalnya pun mendukungnya. Dan yang paling utama adalah Tuhan yang gak pernah meninggalkannya :)

For all you gave to me God, i am so thankful. I'd never give up on You :)

"لا حول ولاقوة إلا بالله"

Balik lagi ke cerita semula. Jenis kemoterapi itu ada macam-macam. Dosisnya, jenis obatnya, lama terapinya, dll. Untuk saya, jenis terapi dilakukan selama 5 hari. Jadi 1 hari obatnya dimasukkan ke tubuh saya lewat infus, 1 hari istirahat, 1 hari lagi diberi obat, 1 hari lagi istirahat dan 1 hari lagi diberi obat. Persisnya 3 hari diberi obat lewat infus dan 2 hari istirahat di sela-selanya. Sepertinya saya bakal jadi mayor ruang rawat inap 8 RS. Syaiful Anwar selama beberapa bulan ke depan :D

Kemoterapi pertama

Pada waktu kemo pertama kali, hasil tes darah saya sangat-sangat memenuhi syarat. Betapa tidak, selama di rumah saya makan-tidur-makan-tidur terus. Dalam 2 minggu saya berhasil menaikkan berat badan saya 4kg. Keren bukan? :D *padahal biasa aja :p*

Dan saya kelihatan amat sehat saat itu, jadi saya ditanya sama pasien lain yang kebetulan sekamar, "sakit apa?". Pertanyaan itu akhirnya menjadi pertanyaan paling sering ditanyakan orang lain pada sesi kemoterapi selanjutnya.

Terapi yang pertama ini berjalan cukup sukses, infus dan obat-obatan lancar. Hari pertama saudara saya datang berkunjung dan nanya, "Mbak ika gak muntah-muntah? Biasanya orang dikemo kan muntah". Saya yang saat itu ngerasa sehat-sehat dan memilih menginduksi diri dengan pikiran positif menjawab, "Ika kan sehat, kuat, gak akan muntah kok". Eh...besoknya saya mual muntah.

Besok-besoknya tiap kali obat dimasukkan lewat infus paginya, sorenya saya muntah. Beruntunglah ada ibu saya yang telaten menemani saya di rumah sakit. Ibu selalu menyiapkan teh hangat dan gak bosan-bosan menyupport saya. Karena saya belum berpengalaman, 5 hari kemo pertama ini saya manja sekali tidak mau mandi. Hanya diseka air hangat saja. Jorok dan bau sekali >.<
Setelah selesai satu sesi kemoterapi ini, saya boleh pulang ke rumah dan 3 minggu kemudian balik ke rumah sakit untuk kemo ke-2.

Kemoterapi kedua, ketiga dan keempat

Seminggu setelah kemo, saya dites darah dulu, untuk cek AFP. Dan kadarnya masih belum turun, sama seperti sebelum kemo pertama. Dan seminggu sesudahnya ada tes darah lagi untuk cek eritrosit, trombosit dan Hb. Dan sesi kemoterapi kedua ini masih tetap berjalan sesuai plan semula.

Saya daftar sendiri di poli rawat jalan dulu paginya. Kemudian daftar dan masuk ke rawat inap. Bawa barang-barang sendiri. Baru kemudian sorenya kakak saya datang menemani saya. Dan terapi ketiga dan selanjutnya juga seperti itu. Bahkan malam sebelum terapi keempat saya sempat minta ijin perawat untuk pergi ke mall dulu sama kakak saya. Dan dibolehkan :hammer:

Setelah terapi kedua ini efek sampingnya mulai terasa. Selain mual muntah, rambut saya juga mulai rontok, anemia, nafsu makan menurun dan timbul ruam-ruam aneh di badan saya. Tapi sekali lagi saya berterimakasih tak terhingga atas rahmat Tuhan dan dukungan serta cinta dari keluarga dan sahabat saya.

Awal diberitahu dokter, kemoterapi saya sebanyak 4 sesi. Jadi pada terapi keempat saya sudah senang sekali. Saya akan terbebas dari selang infus, obat-obatan, tes darah hampir tiap minggu dan efek samping yang tidak menyenangkan ini. Sudah bosan rasanya saya ditusuk jarum suntik.

Tapi setelah tes darah untuk cek AFP setelah terapi keempat, dokter menyatakan bahwa saya harus melakukan kemoterapi 2 sesi lagi. Jadi total 6 sesi. Ah, tidak percaya rasanya, padahal saya sudah merasa benar-benar sehat dan mulai muak dengan semua efek samping terapi. Tapi bagaimanapun, dokter tentu lebih tahu daripada saya, dan mau gak mau saya harus mempersiapkan diri lagi untuk kemo kelima dan keenam *sigh*

Kemoterapi kelima

Ini adalah kemoterapi dengan efek terburuk yang saya rasakan. Hb saya turun dibawah normal, jadinya saya harus ditransfusi dulu sebanyak 2 kantung. Memasang selang infusnya susah, sempat macet pula saat diberi obat, jadinya harus dipindah jarumnya. Pada saat sesi terapi saya juga muntah berat, tidak nafsu makan dan badan saya sakit semua. Mungkin ini akibat dari kondisi psikis saya juga. Saya benar-benar tidak siap untuk sesi kelima ini. Benar-benar 5+2 hari yang menyiksa. Saat sudah diperbolehkan pulang saya senaaaaaannng sekali.

Kemoterapi keenam

Kondisi psikis saya sudah jauh lebih baik saat ini. Saya sudah bisa menerima kenyataan sepertinya, bahwa terapinya harus 6 sesi :D
Walaupun terapi yang ini lebih lama daripada yang sebelumnya, karena lagi-lagi saya harus ditransfusi darah dulu karena Hb rendah, tapi saya senang karena ini adalah sesi terakhir. Terakhir untuk selamanya saya harap, Aamiin. Sudah cukup 6 bulan saja kemoterapi saya :)

Seminggu setelahnya saya cek AFP lagi dan alhamdulillah, kadarnya turun di bawah batas normal. Jadi saat itu dinyatakan bahwa kemoterapi saya berhasil. Tapi saya masih diharuskan untuk cek darah setiap bulan untuk memantau kadar AFP.

Pertengahan 2007

Saya rutin cek AFP tiap bulan dan alhamdulillah hasilnya normal. Karena sudah setahun sejak terakhir kali terapi, maka untuk selanjutnya cek AFP saya cukup dilakukan tiap 3 bulan sekali. Dan alhamdulillah lagi, selanjutnya kadarnya masih tetap normal.

Pertengahan 2008 saya pindah ke Cikarang. Dan sejak saat itu saya belum pernah cek AFP dalam darah saya lagi. Bandel ya, saya? Harusnya sih saya masih tetap cek AFP sampai sekarang. Dan sekarang sudah 5 tahun sejak operasi dan kemoterapi. Kalau yang pernah saya dengar sih, setelah 5 tahun itu biasanya akan dicek ulang, dan dilihat apakah masih ada kanker itu dalam tubuh saya. Dan setelahnya dokter akan memutuskan apakah saya sembuh total atau tidak.

Dan saya belum mengecek sampai sekarang. Saya begitu menikmati 5 tahun ini tanpa ada keluhan apa-apa pada ovarium saya. Saya sedikit takut sepertinya. Takut hasil tes tidak seperti yang saya harapkan. Ah, tapi sudahlah. Bukankah selama 5 tahun ini saya berhasil melewatinya dengan positif thinking pada Tuhan? Saya harus yakin juga kali ini :)

Semoga benar, tidak ada apa-apa. Dan saya divonis, SEMBUH TOTAL. Aamiin....


What doesn't kill you, makes you stronger - Friedrich Nietzche


*(maybe considered) to be continued
**btw apa kabar "isi perut" saya yang 6kg itu ya? ada sih poto tumornya jaman dulu pas baru dikeluarkan, tapi disturbing picture sekali...

Thursday, March 10, 2011

It's Been 5 Years

Kali ini saya mau posting dalam mothertongue aja. Alasan? So i dont missed any details yang kemungkinan gak tersampaikan dalam bahasa inggris, karena keterbatasan saya sendiri, hehehe. Kenapa juga ujug-ujug saya bikin postingan seperti ini? Tentu ada alasannya. Dan postingan ini masih bersambung nantinya. Dimohon sabar aja untuk nunggu kelanjutan ceritanya *kayak ada yang mau baca aja :D*
Dan dapat dipastikan yang saya tulis ini bukan hoax lhoo, tapi pengalaman pribadi ^^


Sudah 5 tahun berlalu. 5-critical-years, that's what people said :)

31 Januari 2006

Hari itu adalah hari ulang tahun saya. Saya diantar ibu pergi ke laboratorium untuk USG, memeriksakan kandungan. Apa saya hamil? Kayaknya mustahil, karena saya belum pernah NIKAH dan atau KAWIN. Tapi perut saya membuncit dan keras seperti orang hamil *kira2 perut saya seperti ilustrasi gambar diatas*

Ah, Ibu mana sih yang gak khawatir tahu perut anak gadisnya membesar seperti itu? :)

Saat diUSG, dokter menyatakan bahwa ada tumor/kista dalam perut saya. Kurang lebih 6 kg. Jujur saya enggak shock. Saya udah mengira-ngira sendiri sebelumnya. Sejak 6 bulan sebelumnya saya sering mengalami kram perut hebat. Dan pelan-pelan membuncitlah perut saya.

Saya emang ceroboh, apalagi masalah kesehatan. Mungkin kalau dari awal diperiksakan, ukuran tumornya belum sebesar itu. Tapi, masih untung yang ada dalam perut saya bukan kawat, beling, paku dsb :D
Dan sesuai anjuran dokter, besoknya saya memeriksakan diri ke rumah sakit.

Februari 2006

Berbekal hasil USG, saya periksa ke rumah sakit. Sama seperti diagnosa dokter lab, dokter di rumah sakit juga menyatakan bahwa saya menderita tumor. Tumor ovarium tepatnya. Dan mau gak mau, tumor itu harus diangkat lewat operasi.

Di bulan ini saya bolak-balik ke rumah sakit. Sebelum dioperasi, saya harus menjalani berbagai macam tes. Mulai dari tes darah (berkali-kali), urine, paru-paru, ginjal, jantung, anestesi, bahkan beberapa tes USG lagi.

Sampai akhirnya diputuskan bahwa saya akan menjalani operasi tanggal 6 Maret. Mengapa lama sekali? Sebulan lebih dari mulai saya periksa pertama kali. Apa karena saya periksa di rumah sakit umum daerah? Atau karena saya pakai kartu Askes (fasilitas sbg anak PNS)?

Saya gak mau berburuk sangka. Let's say ini adalah rumah sakit umum daerah. Yang jadi rujukan dari luar kota juga. Banyak pasien yang ditangani. Dan saya juga harus diperiksa dulu dengan seksama sebelum dioperasi. Jadi saya nikmati saja satu bulan ini :)

Sebelumnya, ayah saya diminta menandatangani surat persetujuan entah apalah itu. Intinya pas operasi nanti akan dilihat, apakah tumor ini sudah menyebar sehingga kandungan saya perlu diangkat. Ada kemungkinan bahwa tumor saya sudah ganas dan berkembang menjadi kanker. Tapi dokter meyakinkan, sebisa mungkin akan mempertahankan kandungan saya, biar saya gak menopause dini. Saya cuma bisa berdoa saja waktu itu.

3 Maret 2006

H-3 sebelum operasi saya. Hari itu saya mulai rawat inap di rumah sakit. Haruskah menunggu selama itu sambil menginap di rumah sakit sebelum operasi? Ah mungkin ini memang prosedurnya.

Saya ditemani kedua orangtua dan kakak saya. I am so thankful to have them. They were there to accompany me through that time. There are no hard or difficult things if the people who loves you are around :)

5 Maret 2006

Malam sebelum operasi, isi perut saya dikuras habis. Dan saya diminta tidak makan apa-apa sampai operasi. Satu lagi, saya diminta untuk tidur nyenyak agar fit keesokan harinya. Tidur nyenyak? Hmm baiklah, saya usahakan :)

6 Maret 2006

Pagi-pagi saya sudah bersiap. Sehabis mandi saya memakai baju operasi warna hijau muda. Sekitar jam setengah 9, ayah mengantarkan saya ke ruang operasi. Saya mau jalan sendiri menuju ruang operasi, tapi ternyata tidak dibolehkan. Saya harus dituntun di kursi roda. Benar-benar seperti orang sakit saja :D

Sebelum memasuki lorong ruang operasi, ayah berpesan pada saya. Banyak-banyaklah mengingat Allah dan membaca shalawat Nabi. Beliau dan ibu akan selalu mendoakan dari luar kamar operasi.

Di lorong ruang operasi saya menunggu sebentar. Kata perawat sambil memasang selang infus, ruang operasinya sedang dipersiapkan. "Gak usah takut, santai aja", katanya.

Saya memang tidak takut. Justru saya merasa tenang. Semuanya sudah saya pasrahkan sama Allah. Dan sayup-sayup terdengar lagu Phil Collins dari pengeras suara.

Oh, think twice, it's just another day for
For you and me in paradise
Oh, think twice, it's just another day
For you, you and me in paradise

Okay, lagu ini emang menenangkan, tapi kenapa juga di liriknya ada kata-kata "paradise"? :D

Tak lama kemudian saya dibawa masuk ke ruang operasi. Ruangannya besar, terang dan dingin. Seperti di film. Ada lampu besar di tengah langit-langit. Beberapa orang ada disitu, memakai jubah operasi dan masker. Saya dibaringkan di meja operasi. Seorang perawat memasukkan obat bius lewat infus saya. Dan saya merasakan kesadaran saya perlahan menghilang.

Kesadaran saya mulai kembali saat saya dibawa ke ruang isolasi. Yang saya rasakan saat itu...dingin dan perut yang terasa perih dan agak panas. Sepertinya operasi pengangkatan tumor itu berhasil, karena saya sudah tidak merasakan tekanan di rongga dada yang bikin napas saya berat seperti sebelum dioperasi.

Seharusnya setelah semalam berada di ruang isolasi besoknya saya sudah bisa dipindah ke ruang rawat inap. Tapi karena saya belum buang angin, saya harus berada di ruang isolasi semalam lagi. Betapa kentut itu adalah hal yang berharga *sigh*

Esoknya saya dipindah ke ruang rawat inap karena saya sudah bisa buang angin. Dan saya tidak pernah meremehkan kentut lagi setelah saat itu *halah*

Menurut dokter obgyn yang menangani saya, selain mengangkat tumor yang bersarang di ovarium kiri, kelenjar getah bening dan usus buntu saya diangkat, demi mencegah penyebaran. Tapi alhamdulillah, kandungan saya tidak diangkat. Dan tumor sebesar 6kg itu dibawa ke lab untuk diperiksa lebih lanjut.

Dan hari-hari setelahnya, saya sering kedatangan tamu. Saudara, tetangga, teman kuliah, teman sekolah. I just could thank them for their supports and embrace. Dan berdoa semoga Allah membalas kebaikan mereka semua dengan yang lebih baik :)

5 hari kemudian saya keluar dari rumah sakit dan pulang ke rumah. Bisa lebih cepat sebenarnya, cuma karena satu insiden di suatu pagi saya harus menginap satu hari lebih lama.

Jadi begini ceritanya, jadi saya itu disarankan biar sering jalan-jalan. Pelan-pelan tentunya. Awalnya sih masih takut-takut karena luka operasinya masih berasa perih, apalagi pas batuk rasanya seperti jahitannya jebol *hiperbola*. Hari itu saya banyak berada di luar kamar, jalan-jalan, duduk-duduk di luar sambil baca koran. Mungkin karena kelamaan di luar jadinya saya masuk angin. Dan paginya saya muntah-muntah. Benar-benar pengalaman muntah yang paling tidak enak. Rasanya seperti waktu batuk, jahitan serasa mau jebol.

Ah iya, pasca operasi berat badan saya tinggal 42kg. Tinggal tulang dan kentut. Tentu saja, karena yang 6kg sudah diangkat. Jadi misi saya setelah pulang dari rumah sakit adalah menambah 8 kg untuk mencapai berat badan ideal saya :D



*to be continued
**jadinya kok saya dianggep cerita horor sih posting beginian? padahal kan cuma mau share, hueee *mukul2 dada cimot* #lhaa #cimotlagi

Sunday, December 26, 2010

My Buddies Wedding

This two months i had attended my best friends wedding. November, 21st at Indri's and December, 4th at Vivi's. Can't believe that you both entering new life, galz. Congrats to you both. Have a happy and blessed married life ^^

Indri's


Vivi's


And mine? :D

Thursday, August 19, 2010

Cooking Time

Welcome Ramadhan *oh-so-late* :D
It's 9th days of Ramadhan, and Thank God i'm still fasting...full *grin*
One thing i'd like to write now. It is my cooking, yaaayy...umm not precisely my own cooking, but our cooking (me, Elly and Ester).


We've bought a magic jar (rice cooker+warmer all in one) before Ramadhan. And start to cook after then, but not often, just occasionally. So far i just cooked 3 times, wkwkwkw (instant food aren't counted).

1st cooking
Fried chicken(by Elly) and veggies soup(by me and Ester)


2nd cooking
no pic, but i cooked Chickpea with Baby Corn saute

3rd cooking
Shrimp Potatoes with Hot Sauce and Kangkung saute(by me and Ester)


All are simple. We are newbie, no? ehehehe
But i'm glad to do this, and learn to make better cooking :D


P.S: am wondering to make a good photographs of those cooking...

Thursday, May 6, 2010

Carpe Diem

yes do like same i do when i bored alot alot because of lesson and other things
GET A CAMERA GO OUT AND CARPE DIEM :D

- rizka - wrote:
> Gut, danke
> merhaba
>
> i'm fine, but just get bored because of the same routinity i've done...
> do you have any idea how to refresh my mind?
> :D
>
> Mithi wrote:
> > terime kasih
> >
> > i am okey still alive at least :D i was in another city for some research it made me so tired ..what about you i hope everything is ok
I woke up this morning normally at 6.45, then ironing my clothes and then took a bath. While i was taking a bath, suddenly this kind of random thought came into my mind. It was "Carpe Diem".

CARPE DIEM

Meaning

Usually translated from the Latin as 'seize the day', or sometimes as 'enjoy the day, pluck the day when it is ripe'.

Origincarpe diem

The origin source for the Latin phrase is Horace - in Odes Book I:

Dum loquimur, fugerit invida
Aetas: carpe diem, quam minimum credula postero

which translates as:

While we're talking, envious time is fleeing: seize the day, put no trust in the future

Then i remember bout an old email which was sent by an old friend. A Turk who studies master degree in Germany. We met in social networking site. He's fond of Latin and photography. And he used to teach me some phrases in Turkish. Unfortunately, i lost contact. Last thing i know bout him is he was in the middle of sea something due to his study.

Anyway, thanks to you Mithi, who teaches me those word and particularly the "Carpe Diem" term.

Tuesday, May 4, 2010

Road to Bali Lombok (1)

What will you do if u're a worker who works more than 60 hrs/week and u have a full-week-end-of-year holiday? Spend good time on the hoooooliday of course :D
That is exactly what i was doing at the end of 2009 holiday. I've prepared to go to Bali and Lombok since 2 months before.

At Thursday night, I and Elly went to Stasiun Jatinegara to took the train to Surabaya. We had same holiday destination, but a bit different itinerary and travel companion. I'm with Indri, and she's with Mba Luk. I met with Indri at Bungurasih then continued to Bali by bus. Indri was work and lived in Bali, so she could ask her friend to lend room and motorcycles which was very very useful for us both *thanks Yuan ^_^*

Okay, after heating my arse up for about 27 hrs (on train,bus,ferry,and taxi) we finally arrived at Kuta,Bali at Friday midnite. Then we successfully felt asleep easy in Yuan's room :D
The day after, drizzled washed Bali, made us feel lazy to went out. But finally, after it stopped we went out with Deni, Arif and Eriek (Indri's old friend from her previous office).


We made our first stop at Uluwatu temple.


This place has a great view (when i say great, i mean it). The temple, the cliff, the waves, just name it. They are all combined to make a spectacular place to see. Just beware of monkeys, some are quite aggressive.

Then we continued to Blue Point Beach and Padang-Padang Beach. Those two beaches are wonderful. Blue Point has picturesque view from above. This beach is also well-known for surfer because of its waves.


Padang-Padang located not far from Blue Point. This is the beach where Julia Robert took a scene for the making of Eat,Pray, Love movie.


Next beach is Dreamland. Crowded yet still beautiful. White sand and clear water. I met a cute baby boy named Andrea. He's so friendly and playful. Even i could took a picture with him :D


At afternoon, we went to Kuta beach on foot. Enjoying the sunset while cucimata-ing :))
Can't do better to end that superb day.

Tuesday, December 1, 2009

The Rebellion Against Darmaji


In the middle of hustle bustle at office, I and my friends went to karaoke yesterday. Just for the purpose of refreshing and have some fun. It was unplanned actually, but yeah, spontaneous action won't harm, eh? :D

So, the horizoners a.k.a the serongers (its previous name was the EER) which consist of her, him and me plus one co-star called buntal sang at karaoke. We used to make a record everytime we hit the karaoke. And this record was named "The Rebellion Against Darmaji".

Who is Darmaji anyway? And why on earth we conspire against him?

For detail story behind "Darmaji", just ask Elly :D
In short, we used to call our manager in varies ways. And one of them is Darmaji, lol. We kind of skipped out from job rutinity and pressure from Darmaji (sorry boss ^_^).

Though we sang lousyly, but it was so much fun. Now i'm listening to the record.
And i can't help my self from laughing my ass off. =)))


* this is my chat with elly

z_****a: ly ly
z_****a: yg awalnya si darmaji ituh gmn seh
z_****a: hahaha
a*****_***********85: awalnya darmaji?
a*****_***********85: album kita?
z_****a: kok bsa namanya si jack jd darmaji
a*****_***********85: si anak2 lendir itu bilang kebagusan ah dikasih nama berbau bule,, jack sparrow pula... , mereka ga ikhlas..
a*****_***********85: trus2 tiba2 b**m nyeletuk, darmaji ae.... gara2 kalu ga salah liat koran2 anonoh... pemerkosaan oleh wong deso namana darmaji...
z_****a: hooo
z_****a: dasar b**m
z_****a: berita pemerkosaan lagih
z_****a: wkwkwkwkw
a*****_***********85 is typing...
a*****_***********85: bisalah khayalan anak itu emang tingkat tinggi
z_****a: hmm hmm
z_****a: baiklah
z_****a: skrinsyutnya ini mo tak tampilin di postingan

Tuesday, May 19, 2009

I am The Center of Universe

It is gonna be another posting bout my pals, people around me. Cos i live the life as the center of the universe...kidding :D
Anyway, my previous sentence, live the life as the center of the universe, it reminds me of someone,,umm two actually. One is my best partner in crime i mentioned once in FWB posting, and the other one is my ex-crush.

When I was so young and naive (uh huh? lol), i fell for someone. Cannot mention lotta things bout him. He's just another star that twinkles at the sky. Not the sun, center of universe. Maybe the star, i mean..him, is the sun of another galaxy, but not mine obviously ^^
He was oh so bigheaded at that moment..yea, that what i was thinking. I and my friend used to say "He seems like the center of universe and everything revolves around him". Ahahaha..sorry dude, seems so much hatred were involved.
Against our peace-loving nature, eh? No..we don't meant it seriously :D

Btw, did i say sun is the center of universe? I don't even know exactly where the center of universe is.. ^^
What i found in wikipedia is just, in science there is no center of the physical universe, since the Big Bang occurred everywhere and all galaxies are moving away from each other. I'm not about to write Big Bang, too (or maybe i'll consider it later ^^).

Well, this center of universe term is not literally. It is such a person or something that draws you in. And just like the earth that revolves around the sun, so do you revolve around your center of universe.

Back again to him, the center of universe :D, is he still chesty as he was? Well, i dunno bout that, but lately i found out that he is sort of brother-material(yep,hehehe). Kinda gives me good advice though a lil bit undefined sometimes.

And her, one of my best buddy. A buddy who can read your mind, just by seein' ur expression or eyes. A buddy who could finish your statements and makes codewords together. A buddy to share dreams with, good and bad moments, likes and dislikes, laughter and cries, rise and fall.
Even silliness, absurdity and insanity (i am getting hyperbolic in this paragraph ^^).
Together we're invincible..ahahahaha.


*anyway, will ya make the underconstruction page to-amend-my-grammar-thing hun??

Monday, May 18, 2009

Bansai!!!

What will i post this moment? Just try to write down when surf the net using my friend's modem, :D
So this is kinda tribute to this very nice and humble guy (a very rough translation of Indonesian term of "baik hati dan tidak sombong").

Well, what am I going to write? No idea, frankly ^^

But..umm, since a tribute is something given, done, or said as a mark of respect or admiration, then i supposed to mention his kindness, but aaarrrggghhh...my deepest heart reluctantly admit it, :D

This thing kinda stresses me out, cos its connectivity is damn poor. Teaches me alot bout patience, eh? *sigh* Anyway, i should thank to the owner for this two months loan.


Merci beaucoup

Monday, May 11, 2009

Tu Me Manques

What will you do if you miss someone?

a. Go meet him/her
b. Call him/her
c. Send him/her email/message

Let's analyze each answer!!

Assume person you've missed is in thousand miles away, will you go meet him/her instantly?
I guess the answer is no. Option number one, pass.

And what if you have his/her cell number, yet because of things you couldnot control, you LOST it. Ofcourse..number two, pass.

Let's check last option. You have his/her email address, and you type him/her some message.
Voila..you send it.
An hour or two...you wait for the reply. A day,two days and three days...still no reply.

Then you begin wondering, where is s/he? What happened with him/her? Why didn't s/he reply the message?

And at last....you'll still say.... I MISS YOU